0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Usut Petinggi Indosiar-SCTV

Kantor KPK (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses pemeriksaan terhadap Suryani Zaini hari ini sebagai saksi sangat penting dalam kasus turut serta menyuap dalam proses pengurusan rekomendasi tukar menukar lahan kawasan hutan lindung di Kabupaten Bogor dan menghalangi penyidikan disangkakan kepada Presiden Direktur PT Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swee Teng.

Menurut mereka, ada keterangan sangat penting mesti digali dari Presiden Komisaris PT Indosiar Karya Mandiri Tbk, dan Wakil Presiden Komisaris di PT Surya Citra Media Tbk, terkait perannya dalam perkara itu.

“Penyidik ingin meminta sejumlah keterangan dan ingin mengkonfirmasikan sejumlah hal terkait tersangka KCK,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (24/11).

Meski demikian, Johan mengaku tidak mengetahui materi pemeriksaan terhadap Suryani. Dia mengatakan hal itu sepenuhnya kewenangan penyidik.

Namun, menurut informasi diperoleh, Suryani memang sudah sering berkecimpung di dunia properti berbekal latar belakang notaris. Gelar itu dia dapat setelah menempuh pendidikan Strata II di Universitas Indonesia.

Suryani kabarnya merupakan salah satu konsultan hukum buat Swee Teng dan perusahaannya. Atas perannya itu, kabarnya dia kerap dipanggil dengan sebutan ‘Bunda.’

Tim penyidik KPK menjemput paksa Swee Teng saat sedang melakukan pertemuan bersama adiknya, Kwee Haryadi Kumala alias A Sie, bersama beberapa orang lain di Restoran Taman Budaya, di Sentul City.

Tindakan itu dilakukan karena Swee Teng diketahui berusaha menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi, terkait kasus suap izin lahan melibatkan Direktur PT Bukit Jonggol Asri Franciscus Xaverius Yohan Yap, Bupati nonaktif Bogor Rachmat Yasin dan anak buahnya, Muhammad Zairin. Selepas pemeriksaan, Swee Teng langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Cipinang Kelas I cabang KPK.

Atas perbuatannya, KPK menyangka Sui Teng melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sui Teng juga dianggap menghalangi penyidikan dan disangkakan melanggar pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penangkapannya adalah buntut dari terkuaknya kasus suap pengurusan rekomendasi tukar menukar lahan hutan lindung di Kabupaten Bogor. Dalam perkara itu, KPK sudah menetapkan tiga tersangka.

Mereka adalah RY (Rahmat Yasin) selaku Bupati Bogor dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, MZ (Muhammad Zairin) diduga sebagai penerima suap. Kemudian Direktur PT Bukit Jonggol Asri, YY (Yohan Yap). Ketiganya sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jawa Barat di Bandung.

Yohan menyuap Rahmat Yasin sebesar Rp 4,5 miliar melalui Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Muhammad Zairin. Sogokan itu diberikan supaya Pemkab Bogor menerbitkan surat rekomendasi penukaran lahan hutan sebesar 2754 hektar di kawasan Sentul, Bogor. Dalam kasus ini sudah dua mantan Menteri Kehutanan diperiksa. Yakni Muhammad Prakosa dan Zulkifli Hasan. [dan]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge