0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Bensin di Papua Tembus Rp 70 Ribu Perliter

Pelayanan BBM (premium) di SPBU (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan beberapa keluhan kepada Presiden Joko Widodo. Salah satunya terkait harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melambung jauh di atas harga berlaku di Pulau Jawa. Lukas mengatakan harga BBM subsidi di Papua mencapai angka Rp 70 ribu perliter.

“Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu perliter, saya sudah sampaikan. Di pegunungan, 16 kabupaten, itu Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu perliter, saya pikir itu biasa,” kata dia, usai acara pengarahan Presiden Joko Widodo kepada para gubernur di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11).

Presiden menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp 2000 perliter. Di Papua, kata Lukas, kenaikan harga mencapai kisaran Rp 10 ribu. Harga lebih mahal berlaku bagi BBM illegal beredar di Papua.

“Itu Rp 50 ribu (sebelum kenaikan BBM subsidi), sekarang naik Rp 60 ribu yang resmi di agen Rp 60 ribu, yang ilegal sudah jual Rp 70 ribu,” ujarnya.

Lukas sendiri memahami keberadaan BBM ilegal lantaran sulitnya menemukan agen BBM legal di Papua. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku kesulitan memberantas praktik penjualan BBM ilegal lantaran kebutuhan mendesak dari masyarakat Papua.

“Agen di sana kan terbatas, kalau di sana agennya harus dengan pesawat, kadang ada yang jual ilegal harga lebih tinggi. Memang tidak bisa (diberantas), itu di pedalaman, mau tidak mau harus dibeli,” ucapnya.

Lukas mengatakan, pemerintah daerah Papua memberi masukan berupa solusi untuk mengatasi persoalan itu. Solusi ditawarkan pemerintah daerah Papua adalah diberi kewenangan untuk mengolah potensi sumber daya alam (SDA) Papua untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Papua.

“Kedua, kami mendesak revisi Undang-Undang 21 untuk segera disahkan, kemudian bangun integrasi industri di Papua, daripada kami bahan mentah, kembali juga mahal, lebih bagus bangun integrasi industri, smelter, semen, pupuk dan seterusnya,” tutur dia. [ian]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge