0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pinjaman Uang Muka Perumahan BPJS Belum Maksimal

Layanan BPJS (dok.timlo.net/red)

Solo – Program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) bagi tenaga kerja oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sepertinya belum bisa berjalan secara maksimal. Pasalnya dari Rp 1 miliar anggaran ditetapkan, baru tersalurkan sekira Rp 340 juta.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solo, Supriyanto, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, minimnya tenaga kerja mendaftar untuk terlibat dalam program PUMP, salah satunya karena kurangnya informasi.

“Oleh karena itu, saat ini kami memaksimalkan untuk program sosialisasinya karena sebenarnya program ini sangat membantu bagi para tenaga kerja yang belum memiliki tempat tinggal,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (24/11).

Adapun untuk bisa memaksimalkan program itu, diperlukan komitmen dari sejumlah pihak untuk bisa duduk bersama. Dalam hal ini perusahaan, perbankan, pengembang perumahan serta BPJS.

“Hal itu dibutuhkan untuk mencarikan solusi. Kendati demikian, sebenarnya peserta BPJS sendiri juga bisa mendaftarkan langsung ke BPJS untuk ikut dalam program ini, hanya saja nanti tetap meminta kepada perusahaan dari tempatnya bekerja untuk merekomendasi,” jelas Supriyanto.

Kepala Bidang Pemasaran Informal BPJS Ketenagakerjaan Solo, Widodo Andriyanto dalam kesempatan sama juga mengatakan, tidak lolosnya para peserta untuk ikut dalam program ini lantaran beberapa persyaratan tidak terpenuhi.

“Paling banyak itu yang tidak lolos BI checking,” ungkapnya.

Sedangkan besaran pinjaman uang muka bagi setiap peserta, yakni Rp 20 juta dan hanya bisa digunakan untuk perumahan bersubsidi dengan harga Rp 105 juta.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge