0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penasaran, Bagaimana Ciptakan Uang Palsu?

Ilustrasi uang palsu (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Membuat uang palsu tidaklah mudah. Salah satu komplotan pembuat uang palsu di Bekasi, Jawa Barat butuh waktu sekitar dua tahun agar cetakannya mendekati sempurna seperti uang asli.

“Sebelumnya gagal terus, baru sekitar dua bulan lalu cetakannya dianggap berhasil, sehingga berani mengedarkan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Kota Kompol Ujang Rohanda, Senin (24/11).

Ujang mengatakan, kelompok itu didanai oleh seorang warga negara asing berinisial AR. Saat ini AR masih dalam pengejaran petugas.

Diketahui pimpinan pembuat upal itu Abdul Muchit (43).

Sedangkan delapan lainnya, Suyatman (40), Umarullah (30), Usman Ali (33), Yudi (49), Hans Willem (62), Saelan Haris (36), Susilo (46) dan Sodikin (36) merupakan karyawannya yang digaji seminggu Rp 500 ribu. Enam orang lain yang ikut ditangkap adalah kurir atau perantara kepada pengedar.

Ujang menjelaskan cara tersangka membuat uang palsu. Pertama, uang asli Rp 100 ribu di-scane sehingga gambar nampak di komputer.

Kertas roti sebagai bahan dasar diblok menggunakan screen lalu diberi warna putih supaya warna cat yang diolah tidak tembus. Lalu membuat garis pita pada kertas seperti pita pada uang asli.

Setelah itu, membuat gambar blok hantu, sehingga pada uang palsu tersebut gambar orang yang terdapat pada uang itu hanya bisa dilihat dengan cara diterawang.

“Kertas yang sudah diblok hantu dan diberi pita dan dijadikan satu dengan lem spray,” katanya.

Selain itu, kata dia, pelaku juga membuat gambar gedung DPR/MPR dan memasang pulau menyala. Lalu, dipasang gambar nominal Rp 100.000 menyala dan diberi warna kuning.

Gambar di komputer langsung diprint menggunakan kertas yang sudah dipasang atribut sebelumnya.

“Yang sudah diprint, kemudian dipasang lambang Bank Indonesia,” katanya.

Setelah berbentuk uang, kemudian dipotong sesuai dengan ukuran aslinya. Untuk memastikan mirip, pelaku mengecek dengan lampu ultra violet.

Uang palsu lalu dibendel per seratus lembar kemudian siap diedarkan. [mtf]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge