0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesaksian Korban Penipu Cantik Lisa Rudiani

Lisa Rudiani (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Wanita cantik diduga pelaku penipu di dunia maya, Lisa Rudiani pandai mengelabui calon korbannya. Sejumlah korban mengaku bodoh karena melakukan kerjasama investasi tanpa membuat perjanjian tertulis.

Salah satu korban penipuan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mereka percaya begitu saja dengan menanamkan uangnya di investasi yang dijanjikan memberikan bunga tinggi.

“Saya percaya saja dengan dia tanpa bikin perjanjian di atas materai. Saya percaya saja sama dia waktu diajak investasi jual beli handphone,” ujar korban F, Senin (24/11).

Para korban percaya begitu saja dengan Lisa karena tutur katanya yang halus. Mereka mengaku, seolah terbawa dengan rayuan perempuan kelahiran Labuhan Batu 27 Januari 1990 tersebut.

“Penampilan dia dan gaya bicaranya sopan santun, saya percaya saja,” lanjut F.

Lebih lanjut, pria yang pernah sekantor dengan Lisa saat masih bekerja di wilayah Cengkareng, Jakarta barat itu menceritakan, ia diajak berinvestasi sekitar bulan April 2014.

Saat itu, Lisa menjanjikan dari setiap handphone yang terjual, dirinya dijanjikan keuntungan mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta tergantung tipe handphone.

F menjelaskan, selang tiga bulan, wanita berkulit putih tersebut jadi sulit dihubungi. Nomor handphone miliknya juga diketahui sudah dinonaktifkan.

F yang mengaku sudah menanamkan investasi hingga Rp 50 juta sudah pasrah jika Lisa tidak bisa mengembalikan uangnya. Yang ia inginkan, polisi dapat menangkap dan memenjarakannya.

“Saya pribadi, duit saya relakan. Saya ga berpikir duit bisa dikembalikan. Yang saya mau, dia dibui,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Lisa Rudiani ramai menjadi pembicaraan di forum Kaskus karena wanita kelahiran Labuhan Batu 27 Januari 1990 ini telah menipu beberapa rekannya. Bahkan ada yang mengaku ditipu hingga puluhan juta.

Dari data yang dituliskan, Lisa terakhir bekerja di Soechi Group sebagai sekretaris. Wanita berkulit putih tersebut dipecat karena kasus penipuan dan pencurian terhadap salah satu pekerja.

Bahkan di salah satu perusahaan tempat Lisa pernah bekerja, PT. Tawada Healthcare pernah menulis iklan baris di salah satu surat kabar akan menyerahkannya ke kepolisian jika tidak segera menghadap ke kantor. Iklan baris tersebut dimuat pada 20 Mei 2013. [tts]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge