0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Yohana Ternyata Relawan Jokowi di Papua

Yohana Yembise (dok.timlo.net/ist)

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan publik, mengapa tidak ada menteri dari relawan. Jokowi mengungkapkan, utusan relawan adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Dr Yohana Susana Yembise, Relawan BaraJP.

Hal itu dikemukakan Jokowi ketika menerima 17 anggota Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Istana pekan lalu. “Lho, saya tanya
juga apakah Ibu Yohana dari BaraJP. Dijawab, ya, dari BaraJP Papua,” jelas Jokowi, seperti diungkap Sekjen Bara JP, Utje Gustaaf Patty, dalam rilis yang diterima Timlo.net, Senin (24/11).

Kepada Jokowi, Yohana Yambise mengatakan, ia adalah Relawan BaraJP di Papua, pertama kali bertemu dengan Jokowi pada saat Kongres
BaraJP di Asrama Haji Pondok Gede, yang juga diselingi dengan “Dialog Jokowi dengan Tokoh Masyarakat Papua.”

Pada saat itu, Yohana menyerahkan sejumlah buku karyanya sebagai dosen bahasa Inggris Universitas Cendrawasih (Uncen), profesor di
Fakultan Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Bahasa Inggris.

Utje menepis anggapan banyak orang, Jokowi tidak mengadopsi relawan dalam kabinet. “Selama ini kami belum berani mengumumkan bahwa
Yohana adalah representasi BaraJP. Tetapi dengan penjelasan Pak Jokowi, saya mengimbau kepada sesama relawan agar memahami situasi,” katanya.

Kualitas Yohana, menurut Utje, memang tidak meragukan. Yohana adalah perempuan Papua pertama yang bergelar profesor. Juga tidak
main-main, gurubesar bahasa Inggris, yang bukan ilmu domestik kita. Yohana Susana Yembise lahir di Manokwari, 1 Oktober 1958. Yohana menempuh SD di Jayapura, SMP dan SMA di Nabire. Tahun 1985 masuk ke FKIP Uncen, kemudian master dari Simon Fraser University di Kanada (1994), doktor dari Universitas Newcastle (2006). (*)

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge