0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Bisnis Mobil Bekas Lesu

MOBIL BEKAS-Deretan mobil bekas (Mobkas) yang ditawarkan di Bursa Mobil Bekas Sriwedari. Mobil niaga sejauh ini masih merajai varian pasar Mobkas Kota Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sepertinya belum berdampak pada harga mobil bekas. Kendati demikian, bisnis di sektor ini bisa dibilang lesu lantaran jumlah permintaan semakin menurun.

Penjual mobil bekas, Agung, saat ditemui di bursa mobil bekas Sriwedari, Minggu (23/11), mengaku meski harga BBM sudah naik Rp 2000 perliter, namun dirinya belum berencana menaikan harga mobil bekas dagangannya.

“Belum dinaikan saja sekarang sudah sepi pembeli, apalagi jika nanti dinaikkan,” ujarnya kepada wartawan.

Lesunya pasar otomotif, khususnya jual-beli mobil bekas sudah terjadi sekira dua bulan lalu. Ketika ada kenaikan harga BBM, dirinya mengaku hal itu semakin memperparah keadaan.

“Dulu dalam satu bulan bisa menjual lima hingga sepuluh unit, namun sekarang seminggu laku satu saja sudah bersyukur,” kata Agung.

Pedagang mobil bekas lainnya, Mardi, saat ditemui secara terpisah juga mengutarakan hal senada. Saat ini bisnis jual-beli mobil bekas sedang lesu. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya naiknya harga BBM.

“Dulu satu bulan bisa menjual 15 hingga 20 unit, namun saat ini sebulan maksimal hanya sepuluh unit,” ujarnya.

Sejauh ini penjualan mobil bekas masih didominasi mobil penumpang seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza dan Toyota Kijang.

 

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge