0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demo BBM Bentrok, Kapolres Sukoharjo Minta Maaf

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo – Kapolres Sukoharjo menyatakan permintaan maafnya atas tindakan kekerasan anggota polisi hingga mengakibatkan salah satu mahasiswa terluka. Namun demikian, pihaknya juga mengimbau agar dalam melakukan unjukrasa, para mahasiswa bisa menaati aturan berlaku dan tidak menggangu ketertiban umum.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengatakan, dirinya mewakili anggota Polres Sukoharjo saat kejadian bentrokan antara mahasiswa dengan polisi, Jumat (21/11) malam, meminta maaf kepada para mahasiswa. Selain itu, Kapolres juga sudah menjenguk korban Muhammad Abdul Salma, mahasiswa jurusan ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dirawat di ruang Annisa 3 RS PKU Sukoharjo.

“Saya atas nama Polres dan anggota meminta maaf jika yang dilakukan anggota saya mengakibatkan ada mahasiswa yang terluka. Semua ini tidak akan terjadi jika pengunjukrasa mau menaati aturan. Kami sebenarnya tidak pernah represif dalam mengamankan aksi unjukrasa,” kata Kapolres Minggu (23/11).

Dijelaskan Andy Rifai, dalam kejadian aksi unjukrasa Aliansi Mahasiswa Surakarta di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo, ada upaya provokasi dilakukan mahasiswa dengan melempari petugas menggunakan telor busuk. Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini berakhir bentrok antara mahasiswa dengan polisi hingga mengakibatkan satu mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka di kepala.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge