0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prostitusi Berkedok Warung Pecel Tarif Rp 350 Ribu Perjam

ilustrasi PSK. ©AFP PHOTO/Juni Kriswanto (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Warung pecel di Kelurahan Arung Dalam, Bangka Tengah ini tak cuma menyediakan menu lele goreng, pemilik juga menyediakan jasa pekerja seks komersial (PSK). Kemarin, tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres dan Satpol PP Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung menggerebek warung ini.

“Penggerebekan kami lakukan pada Jumat (21/11) malam sekitar pukul 20.00 WIB, setelah mendapat informasi akurat dari masyarakat,” kata Kepala Seksi Trantib Satpol PP Bangka Tengah Hartono kepada Antara di Koba, Sabtu (22/11).

Ia menjelaskan, dalam melakukan penggerebekan warung di Kecamatan Koba itu, pihaknya bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan sebelumnya sempat dilakukan pengintaian untuk memastikan transaksi mesum di warung pecel lele itu.

“Sebelumnya sempat dilakukan penyamaran, setelah dilakukan transaksi, baru kemudian anggota kepolisian dan Pol PP melakukan penggerebekan, sehingga pemilik warung tidak bisa lagi berkilah,” ujarnya.

Ia mengatakan, praktik prostitusi terselubung ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan pemilik warung mempekerjakan dua wanita dari luar daerah, yakni Riska (19) dan Sari (23).

“Dua wanita tersebut dipekerjakan di warung pecel lele berinisial Hn, kemudian keduanya diperbolehkan jadi pekerja seks plus-plus dengan bayaran sekitar Rp 350 ribu perjam,” ujarnya.

Kemudian kedua wanita asal luar daerah itu memberikan setoraan kepada Hn sebesar Rp 25 ribu pertamu. Saat ini pemilik warung dan dua pekerja seks komersial itu tengah diperiksa secara intensif di Polres Bangka Tengah. Sementara warung pecel lele tak jauh dari Kantor Lurah Arung Dalam itu ditutup dan dipasang garis polisi.

Pemilik warung pecel lele, Hn mengakui warung pecel lele baru sepekan menyediakan jasa esek-esek dan ini dilakukan atas persetujuan dua wanita itu.

“Keduanya belum sampai satu bulan bekerja di warung saya, keduanya saya terima dengan alasan orangtuanya sakit. Awalnya saya tidak mengizinkan, tetapi kerena mereka yang desak dengan alasan butuh uang, akhirnya saya izinkan juga,” ujarnya. [cob]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge