0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Payung Warnai Car Free Day

Model Red Batik promosikan Festival Payung Indonesia 2014 (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo – Payung tak hanya berfungsi melindungi diri dari hujan dan panas. Payung menjadi sumber inspirasi dan estetika.

Seperti terlihat di area car free day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (23/11), sejumlah model Red Batik memamerkan payung. Kegiatan itu salah satu bagian promosi Festival Payung Indonesia 2014 di Taman Balekambang, 28-30 November 2014.

Koordinator Festival Payung Indonesia 2014, Heru Mattaya, mengatakan melalui festival payung pihaknya ingin menjadikan payung sebagai sumber inspirasi dan kreasi.

“Payung tidak hanya sebagai penanda upacara. Kami ingin menggugah kreativitas. Hal ini karena payung juga punya akar tradisi kreatif yang kuat di kehidupan kita,” katanya kepada wartawan, Minggu (23/11).

Menurut Heru, festival payung nantinya diikuti ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia. Di antaranya dari beberapa kota dengan karakter kuat tentang payung seperti Tasikmalaya, Juwiring, Makasar dan Bali.

Disinggung kaitan Festival Payung Indonesia dengan Festival Payung Song-Song 2015, Heru menyatakan Festival Payung Song-Song 2015 merupakan kelanjutan dari Festival Payung Indonesia.

“Ini program berkelanjutan. Tahun ini Festival Payung Indonesia, tahun depan Festival Payung Song-Song. Festival payung ini bisa dibilang program pemetaan potensi payung untuk penyelenggaraan Festival Payung Song-Song,” jelasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge