0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Kembangkan Kasus Penganiayaan Yang Libatkan Kades Ponggok

Solo – Polisi terus melakukan pengembangan penyelidikan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Ponggok, Klaten, Junaedi Mulyono yang terjadi di Jl. Yos Sudarso, Serengan, Solo Kamis (6/11) lalu.

Wakasat Reskrim Polresta Solo, AKP Ari Sumarwono mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Iriansyah mengatakan pihaknya tak hanya menindaklanjuti laporan dari pihak korban, Rusdi semata. Melainkan dari pihak tersangka juga ditindak lanjuti.

Ari Sumarwono menginformasikan saat ini penanganan masih dalam tahap penyelidikan. Ditanya langkah apa saja yang sudah dan bakal ditempuh dalam menindaklanjuti laporan Junaedi, Wakasat mengatakan penyidik masih mengembangkan penyelidikan.

“Laporan yang masuk tentu akan kita tangani,” ucapnya, Sabtu (22/11).

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Guntur Saputro menjelaskan, baru-baru pihak keluarga tersangka kasus penganiayaan, Junaedi Mulyono (37) mengajukan penangguhan penahanan. Terkait pengajuan tersebut, pihak Polresta Solo masih mempertimbangkannya.

“Masih dalam proses. Masih kami pertimbangkan,” jelas Kasat Reskrim dalam pesan singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka yang merupakan Kades Ponggok, Polanharjo, Klaten terlibat perkelahian dengan warga Solo bernama Rusdi (30) di kawasan Jl. Yos Sudarso, Serengan, Solo. Akibat peristiwa tersebut Rusdi mengalami luka berat di wajah hingga dia harus dirawat di RS Kasih Ibu, Solo.

Atas kejadian itu Rusdi melapor ke Polresta Solo hingga Junaedi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Selasa (11/11). Tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan.

Di sisi lain, sebelum menjadi tersangka Junaedi juga melaporkan Rusdi karena dia merasa dipukuli.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge