0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Demo BBM Masih Diopname

Aksi unjukrasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di depan kampus Universitas Veteran (Univet) Sukoharjo berakhir ricuh (Dok. Timlo.net/Putra)

Sukoharjo – Seorang mahasiswa masih dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo pasca bentrokan antara mahasiswa dengan polisi Jumat (21/11) malam kemarin. Korban bernama Muhammad Abdul Salma menderita luka lebam di mata, dan pada beberapa bagian kepala memar akibat benturan benda keras.

Mahasiswa jurusan ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta ini mengaku, dirinya sempat muntah darah tiga kali saat diperiksa di kantor Polisi Selasa malam. Setelah selesai diperiksa, dirinya bersama ketiga kawannya dikembalikan ke depan Univet Sukoharjo.

“saat itu yang saya ingat, beberapa kali dipukul dan ditendang dan kena kepala, setelah itu saya langsung blure seperti setengah sadar, dan saya
bersama tiga kawan dibawa ke Polres Sukoharjo, di sana saya muntah dua kali dan di rumah sakit satu kali, rasanya mual dan pusing,” kata Abul Salma di rumah sakit PKU Muhmmadiyah Sukoharjo Sabtu (22/11).

Dijelaskanya, saat kejadian dirinya bersama beberapa orang mahasiswa berada di barisan terdepan. Kemudian kembali terjadi bentrokan, yang mengakibatkan Salma dan beberapa orang mahasiwa terkena pukulan dan tendangan aparat.

Kejadian ini bermula ketika mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Surakarta menggelar aksi unjukrasa menolak kenaikan harga BBM pada Jumat malam. Diduga, bentrokan terjadi karena aparat dan mahasiswa saling terprovokasi.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge