0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aliansi Mahasiswa tuntut Polres minta maaf

Aksi unjukrasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di depan kampus Universitas Veteran (Univet) Sukoharjo berakhir ricuh (Dok. Timlo.net/Putra)

Sukoharjo – Aliansi Mahasiswa Surakarta meminta Polres Sukoharjo meminta maaf atas tindakan yang dinilai represif saat mengamankan jalannya aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dari aksi yang berujung bentrok antara mahasiswa dengan aparat tersebut, satu orang mahasiswa menjadi korban dan 4 orang ditangkap meskipun sudah dilepaskan.

Juru bicara Aliansi Mahasiswa Aditya Yoga Pratama mengatakan, dari kejadian pada Jumat malam, sejumlah mahasiswa mendapat pukulan dan tendangan dari polisi. Bahkan ada satu mahasiswa yang sampai saat ini dirawat di Rumah Sakit, selain sejumlah mahahasiswa yang dirobek bajunya dan mengalami luka ringan.

“Saat kericuhan terjadi, Salma dipukul aparat, ditangkap paksa aparat dan hilang dari aksi massa. Salma harus mengalami opname di rumah sakit. Selain itu beberapa teman yang lain juga mengalami kekerasan sampai baju sopek dan kaki sakit,” kata Aditya saat jumpa pers di Rumah Sakit PKU Sukoharjo Sabtu (22/11).

Tidak hanya Abul Salma, satu orang mahasiswa juga mengalami luka di bagian tagan kirinya yang rencananya juga akan melakukan pengobatan di RS PKU Muhmmadiyah Sukoharjo. Dan Bambang, juga menjadi korban pemukulan pada bagian pelipis mata kirinya bengkak.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge