0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kru Bus Dihimbau Patuhi Kesepakatan Tarif

Kru Bus Dihimbau Patuhi Kesepakatan Tarif (Timlo.net - Nanang)

Karanganyar – Penyebab aksi mogok puluhan angkutan umum di Karanganyar adalah pemberlakuan taif yang tidak seragam antara perusahaan bus satu dengan perusahaan bus yang lainnya. Akibatnya bus dengan tarif yang lebih tinggi tidak laku dan melakukan mogok.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengakui terjadinya aksi mogok para kru bus jurusan Tawangmangu-Solo bermula dari salah paham. Ke depan, seluruh kru bus diminta menaati hasil penetapan tarif yang sudah dilakukan Dishubkomindo dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta pelaku usaha.

Dalam pembahasan itu ditetapkan besarnya kenaikan tarif angkutan di Karanganyar berkisar 10-12 persen. Kenaikan tarif ini menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter.

“Akar persoalan itu sudah kami carikan solusinya. Mulai hari ini, seluruh kru bus harus seragam dalam menetapkan tarif. Misalnya, tarif Tawangmangu-Karanganyar senilai Rp 4.000,” katanya, kemarin.

Hal senada dijelaskan Ketua Organda Karanganyar, Tri Haryadi. Dirinya mengatakan persoalan yang urgen menyusul kenaikan harga BBM, yakni penyesuaian tarif di lapangan.

Pihaknya memahami hal tersebut (tarif yang tidak searagam) karena tarif yang telah disepakati bersama adalah tarif sementara dan tidak berkekuatan hukum.

“Pada kenyataannya, memang besarnya tarif tidak sama di lapangan. Makanya hari ini, kami berharap pada seluruh kru bus untuk menarik tarif yang sama ke penumpang agar tak ada kecemburuan lagi antar kru,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Matesih, AKP Joko P., mengatakan mogok massal tersebut kali pertama terjadi di Terminal Karangpandan.

“Di Matesih ini hanya dampak dari Karangpandan,” tegasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge