0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ISI Gelar Seminar Film Dokumenter

Solo – Himpunan Mahasiswa Studi Televisi dan Film (Himaprovisi) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengadakan seminar film dokumenter berjudul ‘Semakin Kenal dan Sayang Dokumenter’, di gedung Teater Besar kampus ISI Surakarta. Tampil sebagai narasumber antara lain, sineas film dokumenter Steve Pillar Setiabudi dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Televisi dan Film Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), NRA Chandra Dwi Atmaja.

“Film dokumenter biasanya justru muncul dari masalah di lingkungan sekitar.Bahkan masalah sosial tak ada habis-habisnya untuk dijadikan tema film dokumenter,” jelas Steve Pillar Setiabudi di depan peserta seminar, Sabtu (22/11).

Steve menjelaskan, film dokumenter adalah upaya untuk menceritakan kembali sebuah kejadian/realita dengan menggunakan fakta dan data. Ketika ada sesuatu yang menganggu atau menggelitik rasionalitas, hal itu yang biasanya dibuat menjadi tema film dokumenter.

Menurut sineas film documenter itu, berangkat dari sebuah ide, seorang sineas perlu untuk memiliki opini terhadap persoalan yang menganggunya tersebut. Karena sebuah film dokumenter kadang selalu dibarengi dengan upaya penyampaian pendapat kepada orang lain.

Menurutnya lagi, dalam film dokumenter, naskah tidaklah bersifat ajek atau fixed, namun hanya panduan dalam pengambilan gambar dan lainnya. Sebuah cerita hanya diperlukan untuk menyampaikan opini. Agar memudahkan orang lain dalam menyerap semua informasi dari persoalan yang diangkat.

Pada kesempatan yang sama, NRA Chandra Dwi Atmaja mengatakan, dalam proses pembuatan film dokumenter dari sejak pra produksi hingga pasca produksi, terdapat serangkaian aktivitas yang merangsang sebuah pribadi untuk berpikir secara kreatif.

“Selain itu, film dokumenter harus bisa memberikan jalan keluar terhadap setiap isu yang diangkat,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge