0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bayi Sedang Menyusu Jangan Diberi Dot

dr Arie Hapsari Indah K MSc SpA (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Bayi yang sedang menyusu sebaiknya jangan diberi dot atau kempeng selama tiga sampai empat minggu pertama saat mereka sedang belajar dan memantapkan kemampuan menyusunya.

“Jika diperlukan pemberian ASI (air susu ibu) perah atau susu formula, dapat dengan cara dengan cangkir atau sendok,” jelas dokter spesialis anak RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr  Arie Hapsari Indah K MSc SpA, di depan peserta Seminar Anakku Sehat, Anakku Cerdas, di RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (22/11).

Arie menguraikan bahwa ketika payudara ditempelkan ke bibir bawah bayi, bayi akan membuka mulutnya dengan lebar dan menjulurkan lidah sampai puting masuk jauh kedalam mulut. Dengan gerakan yang ritmik, lidah bergerak ke atas ke arah langit-langit keras, mengakibat puting dan areola membentuk dot yang panjang. Pipi mengisi mulut dengan adanya hisapan bayi dan menghasilkan tekanan negatif. Lidah bergerak undulasi sambil menekan saluran di areola dan memerah ASI menuju puting.

“ASI mengalir keluar dari puting dan ditelan bayi,” jelasnya.

Lain halnya bayi yang diberikan ASI dengan dot, kata Arie, untuk menyusu dapat menjadi bingung karena proses memerahnya berbeda. Karena bayi tidak perlu membuka mulutnya dengan lebar, dan tidak perlu memasukkan puting dot jauh kedalam mulut.

“Puting karet yang relatif kurang lentur dapat mengakibatkan lidah tidak bergerak dengan ritmik,” jelasnya.

Disamping itu, aliran dari botol yang sangat deras karena gravitasi bahkan tanpa hisapan, mengakibatkan bayi berusaha meletakkan lidah pada lubang dot untuk memperlambat aliran ASI atau susu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge