0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Logo HUT ke-97 Karanganyar

Bupati Juliyatmono Dinilai Remehkan Nilai Kreativitas

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian)

Karanganyar  – Tanggapan Bupati Karanganyar, Juliyatmono  yang terkesan meremehkan nilai-nilai kreativitas dan makna sebuah logo, disesalkan kalangan akademisi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar harusnya lebih berhati-hati saat membuat logo. Apalagi logo tersebut digunakan untuk kepentingan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 daerah tersebut.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Basnendar, saat dihubungi wartawan, Jumat (21/11) mengatakan komentar Bupati Karanganyar yang terkesan meremehkan nilai-nilai kreativitas seharusnya tidak dilakukan. Pemkab Karanganyar dalam hal ini bupati seharusnya mestinya dapat memberikan teladan yang baik bagi masyarakat untuk menghindari pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Saya sangat menyesalkan komentar Bupati Karanganyar. Janganlah menyepelekan hal-hal yang kecil. Setiap logo itu mestinya ada makna yang terkandung di dalamnya. Kalau menjiplak, itu sudah termasuk mencederai kreativitas,” katanya.

Basnendar mengaku sangat kaget saat melihat dari media kedua logo tersebut. Menurutnya, kalau dilihat dari aspek hak cipta hal itu sudah sangat salah. Basnendar juga mengakui penggunaan logo HUT ke-97 Karanganyar sangat mirip dengan salah satu peserta lomba logo di SEA Games Palembang.

“Saya sudah melihat kedua logo itu di media. Kalau dari aspek hak cipta, itu sudah jelas salah,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku tak terlalu mempersoalkan logo tersebut. Menurutnya, logo itu tidak dimaksudkan untuk apa-apa, Dirinnya hanya mengambil filosofi burung derkuku peliharaan Nyi Ageng Karang salah satu pendiri Karanganyar.
“Itu seni-seni saja, yang seninya baik kita ambil,” katanya saat itu.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge