0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Logo HUT ke-97 Karanganyar Menjiplak?

Logo HUT ke-97 Karanganyar sangat mirip dengan logo pesta olah raga Asia Tenggara Sea Games ke-26 di Palembang 2011 silam ()

Karanganyar  — Sebuah karya bisa dikatakan menjiplak jika ada empat kriteria yang sama atau mirip. Persamaan pokok tersebut diantaranya adalah persamaan gambar, huruf, rangkaian kata atau kalimat; persamaan tema; persamaan komposisi, seperti persamaan ukuran dan warna serta  persamaan bunyi. Jika unsur-unsur tersebut terpenuhi, bisa di pastikan karya tersebut dikatakan menjiplak.

Hal tersebut dikatakan Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS yang juga mantan Ketua HAKI Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Moch Najib Imanullah saat di hubungi wartawan, Jumat (21/11).

“Terus terang saya belum melihat logo yang dimaksud. Tapi, kalau kriteria-kriteria yang saya sebutkan tadi terpenuhi, artinya sudah bisa disebut menjiplak. Pemilik logo yang lama bisa mengajukan komplain ke penjiplak,” katanya.

Najib menjelaskan seluruh pelanggaran hak cipta sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Hak Cipta. Sesuai UU tersebut, ranah hak cipta merupakan delik biasa. Sehingga, aparat kepolisian dapat proaktif menyelidiki kasus penjiplakan sebuah hak cipta.

“Di samping itu, di dalam hak cipta juga ada yang namanya hak moral dan hak ekonomi,” katanya.

Sebelumnya, beberapa warga Karanganyar mempersoalkan kemiripan logo hari ulang tahun (HUT) ke-97 Kabupaten Karanganyar dengan salah satu logo SEA Games ke-26 yang dilaksanakan di Palembang. Salah satunya adalah Suprapto atau Prapto Koting yang menilai tindakan pemkab Karanganyar tersebut telah mencederai nilai-nilai kreativitas. “Bukan saja mencederai nilai-nilai kreatifitas tapi juga pengkhianatan terhadap Undang-Undang Hak Cipta,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge