0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMK Tak Sesuai Tuntutan, SBSI Sukoharjo Ancam Demo

(Ilustrasi) buruh salah satu perusahaan (Dok.Timlo.net/ Ist)

Sukoharjo — Reaksi keras langsung ditunjukkan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Cabang Sukoharjo terkait penetapan UMK di Sukoharjo oleh Gubernur Jawa Tengah sebesar Rp 1.223.000, Kamis (20/11). Salah satu
organisasi buruh terbesar ini menilai Gubernur ingkar janji, dan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Ketua DPC SBSI Sukoharjo Selamet Riyadi mengatakan, penetapan UMK oleh Gubernur Jateng yang hanya naik 2% dari usulan Bupati Sukoharjo sebesar Rp 1.200.000 menjadi Rp 1.223.000 sangat jauh dari tuntutan mereka. Pasalnya,
sebelumnya beberapa serikat pekerkerja menginginkan kenaikan UMK sebesar 20% pasca kenaikan harga BBM.

“Dulu saat kampanye akan menaikkan upah buruh sebesar 75 %, tapi sekarang kenyataanya seperti ini, padahal kebutuhan hidup layak menurut kami setelah adanya kenaikan harga BBM bersubsidi sekitar Rp 1.500.000, ini masih sangat
jauh,” ungkap Selamet Riyadi, di Sukoharjo, Jumat (21/11).

Semrntara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Sukoharjo menilai keputusan Gubernur Jawa Tegah Ganjar Pranowo tidak mempertimbangkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun demikian, pihaknya masih menghormati keputusan tersebut.

Sedangkan SBSI mengancam akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran menyikapi keputusan Gubernur Jateng ini. Pasalnya, Gubernur dinilai ingkar janji dan tidak berpihak kepada kaum buruh.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge