0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarif Angkutan Umum di Sragen Naik Rp 1000

Angkutan umum di Sragen menunggu penumpang (Dok. Timlo.net/Agung)

Sragen – Para pemilik perusahaan angkutan di Sragen mengaku tak mau merugi pascanaiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, ditetapkan pemerintah beberapa hari lalu. Sebagai jalan tengah, mereka menerapkan sistem negosiasi dengan para pelanggan di lapangan untuk menaikkan tarif angkutan sebesar Rp 1000.

Pemilik Angkutan Umum Pascalindo, Andi Kusnanto mengatakan, hingga saat ini seluruh armada bus miliknya tetap beroperasi seperti biasa. Khusus untuk armada dalam kota, pihaknya memberikan kebebasan kepada awak bus untuk melakukan negosiasi dengan para pelanggan. Namun kebijakan itu tetap harus dilakukan tanpa ada paksaan.

Menurutnya strategi negosiasi itu terpaksa dilakukan mengingat dampak kenaikan harga BBM menambah biaya operasional armada. Meski belum resmi, kenaikan tarif rata-rata sebesar Rp 1000.

“Hal yang penting tidak boleh ada pemaksaan. Kalau dijelaskan dengan baik, penumpang pasti juga memahami,” kata Andi Kusnanto, baru-baru ini.

Mantan Bendahara DPC Partai Gerindra Sragen itu mengakui, kenaikan harga BBM belum lama ini membuat dia dan para pemilik usaha angkutan lainnya merasa terbebani. Dia menunggu ada kepastian resmi dari pemerintah tentang aturan penyesuaian tarif angkutan. Selain beban biaya bahan bakar kian bertambah besar, kenaikan harga BBM juga berdampak pada jumlah penumpang.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sragen, Sunarmo mengatakan, hingga kini belum ada keputusan resmi dari DPP Organda terkait kenaikan tarif. Kendati demikian, dia tidak menampik jika beberapa pemilik usaha angkutan sudah menaikan tarif angkutan umum.

“BBM naik, tarif mengikuti. Naiknya sekitar Rp 1000,” ujarnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge