0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Keuntungan Nelayan Kian Menipis

Nelayan Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membawa dampak besar bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagaimana dirasakan para nelayan beroperasi di laut Selatan, utamanya nelayan di Pantai Nampu dan Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. Keuntungan mereka kian menipis.

Para nelayan belakangan ini mengaku sedih, pasalnya harga BBM bersubsidi naik, namun harga ikan tangkapan mereka belum ada kenaikan, sehingga keuntungan makin kecil. Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Paranggupito, Dwi Hartono, Jumat (21/11) menuturkan, para nelayan tetap melaut, walau harga BBM bersubsidi telah naik dan harga ikan masih stabil.

“Untuk memperoleh solar mereka tidak begitu kesulitan karena tak jauh dari lokasi pangkalan ada SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum). Harga solarnyapun sesuai standar pemerintah, yakni Rp 7500 perliter. Hanya saja yang menjadi persoalan nelayan, sejauh ini belum ada kenaikan harga ikan, jadi keuntungannya menipis,’’ungkapnya.

Dikatakan, sekali melaut mereka sekarang harus mengeluarkan biaya untuk beli solar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Padahal harga ikan masih stabil belum ada kenaikan sama sekali. Ikan tuna misalnya, perkilonya masih saja Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu,” katanya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge