0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penetapan UMK Wonogiri, SPSI Belum Terima SK Resmi

Kantor Disnakertrans Wonogiri (dok.timlo.net/red)

Wonogiri —  UMK Wonogiri yang sudah ditetapkan Gubernur Jateng adalah Rp 1.101.000. Namun hingga saat ini pihak serikat pekerja belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang penetapan UMK Wonogiri 2015.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri, Ristanti mengatakan, UMK Wonogiri sudah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/11) kemarin. Penetapan itu pun sudah berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Wonogiri yang mencapai Rp 1.093,500 dan ditetapkan Gubernur untuk UMK Wonogiri 2015 sebesar Rp 1.101.000,.

“Untuk UMK Wonogiri itu sudah diatas hasil survey KHL 100 persen. Memang kita akui,pengajuan survey KHL itu diajukan ke Gubernur belum ada dampak kenaikan BBM,” ungkap Ristanti, Jumat(21/11).

Dikatakan, besaran UMK untuk kabupaten/kota sudah melalui berbagai pertimbangan. Dan asumsi usulan UMK itu juga melihat dari sisi inflasi,serta kekuatan pengusaha.Jangan sampai keputusan dan penetapan UMK ini menjadi beban yang memberatkan salah satu pihak.

“Karena ini sudah menjadi ketetapan.Memang untuk Wonogiri terendah di Soloraya, tapi jangan salah UMK Wonogiri lebih tinggi dibanding dengan kabupaten tetangga yakin Pacitan dan Ponorogo (Jatim),” katanya.

Sementara dihubungi terpisah, Ketua SPSI Wonogiri Jayadi menegaskan, penetapan UMK kabupaten/kota oleh Gubernur untuk Wonogiri menduduki posisi ranking terendah di eks Karesidenan Surakarta, yang  tertinggi yakni Karanganyar.

Terkait UMK Wonogiri yang sudah ditetapkan Gubernur sebesar Rp 1.101,000 bakal dibahas lebih lanjut dengan para serikat buruh lainnya di Wonogiri dalam waktu dekat ini. Hingga kini, menurut Jayadi pihaknya belum menentukan sikap.

“Yang jelas sampai saat ini kami belum mendapat SK resmi penetapan UMK itu,” kata Jayadi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge