0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Senang Dapat Hadiah Mobil, Rp 15 Juta Amblas

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Saptiwi (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Joko Nursamto (59), warga Ngledok RT 02, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen. Dia menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai anggota polisi. Akibatnya korban harus kehilangan uang sebesar Rp 15.450.000.

Dari informasi di Polres Sragen, kejadian itu berawal saat korban memenangkan undian berhadiah yang terdapat dalam kemasan mie instan.

Di dalam kupon bungkus mie tersebut, korban dinyatakan mendapatkan hadiah sebuah mobil Honda Brio. Karena merasa senang, lantas korban pun mengurus surat-surat dan administrasi sesuai petunjuk yang tertera di dalam kupon. Namun untuk mendapatkan mobil Honda Brio, korban yang juga berprofesi sebagai PNS tersebut terlebih dahulu harus mentransfer uang sebesar Rp 15.450.000 ke rekening Rahmat Hidayat SH, yang mengaku sebagai anggota Polri.

Karena percaya, korban lantas mentransfer uang ke BRI dengan nomor rekening  1406-01-000019-56-1 atas nama Rahmat Hidayat. Uang tersebut ditransfer sebanyak dua kali, pertama korban mentransfer sebesar Rp 5 juta. Terakhir korban kembali mentransfer uang pada Rabu (19/11) sebesar Rp  10.450.000.

Setelah mengirim uang melalui BRI yang terakhir tersebut lantas korban mencoba menghubungi Rahmad Hidayat melalui HP yang juga tertera di dalam kupon untuk menanyakan soal hadiah mobil Honda Brio. Namun setelah dihubungi berkali-kali ternyata tidak bisa tersambung. Barulah
korban menyadari telah menjadi korban penipuan. Atas kejadian itu korban melapor ke Polres Sragen.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Saptiwi, Jumat (21/11) kepada Timlo.net membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dari  Joko Nursamto yang menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai anggota Polri. Saat ini pihaknya juga telah melakukan penyelidikan untuk melacak pelakunya. Saptiwi menghimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap orang yang belum dikenalnya.

“Jangan mudah percaya dengan oang yang belum kita kenal. Kita harus waspada, sebelum mentranfer uang harus diselidiki dulu, apalagi pelaku sebagai anggota polisi,” kata AKP Saptiwi mewakili Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge