0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penasehat Hukum Terdakwa Pembunuhan Kadipiro Minta Perlindungan

Suasana sidang kasus pembunuhan di PN Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo —¬†Penasehat hukum terdakwa kasus pembunuhan mahasiswa Unisri di Kadipiro, M Badrus Zaman mengajukan surat permohonan perlindungan hukum dan jaminan keamanan dalam penyelenggaraan sidang yang akan digelar, Senin (24/11) mendatang.

Dikatakan Badrus, surat permohonan bernomor 50/B/MBZ/11/2014 tersebut akan diserahkan ke pihak Polresta Solo. Dirinya berharap, proses persidangan kasus pembunuhan di Kadipiro yang melibatkan dua terdakwa yakni Lutfi Tedjo Putranto (33) dan Asep Buchoiri (22) warga Kadipiro RT 08/ RW. 04 Banjarsari, Solo dapat berjalan lancar tanpa intervensi pihak manapun.

“Surat permohonan permohonan perlindungan hukum dan jaminan keamanan ini sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” terang Badrus saat dihubungi Timlo.net melalui pesan singkat, Jumat (21/11) siang.

Disinggung apakah ada intervensi langsung terhadap pihaknya, Badrus mengaku memang selama ini belum ada. Namun, pihaknya memilih untuk berjaga-jaga jika suatu saat mendatang terjadi hal tersebut.

Terpisah, pengacara terdakwa yang lain dari Depkumham DPD PDI-P Solo Sutarto mengatakan, telah menjadi kewajiban seorang pengacara melakukan pendampingan hukum terhadap seorang terdakwa dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Seperti yang tertuang dalam Pasal 56 KUHAP bahwa advokat/pengacara/penasehat hukum wajib memberikan bantuan hukum bagi orang yg diduga melakukan tindak pidana dgn ancaman hukuman 5 tahun penjara atau lebih.

“Meskipun bersalah, sudah menjadi tugas seorang advokat untuk memberikan bantuan hukum bagi orang yang diduga bersalah dengan ancaman hukuman mencapai 5 tahun lebih,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang kasus pembunuhan di Kawasan Kadipiro RT 08/ RW 04 Banjarsari, Solo yang digelar di PN Solo pada Senin (17/11) kemarin dihadiri ratusan anggota perkumpulan beladiri. Mereka menginginkan, supaya sidang berjalan secara adil dan terdakwa dihukum sesuai dengan kesalahannya yang telah menewaskan seorang anggota mereka, yakni mahasiswa Unisri Danang Rusbyantoro warga Gumantar RT 04/ RW 08 Pelemgadung, Karangmalang, Sragen. Kasus itupun berbuntut panjang. Hingga akhirnya pada Senin malam kemarin ribuan anggota perkumpulan beladiri itupun melakukan penyerangan ke sekretariat BMI di Jalan Popda 2 Nusukan, Banjarsari, Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge