0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pakai Data Lama, PSKS Disebut Program Asal-Asalan

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Honda Hendarto (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Jajaran Komisi III DPRD Solo menyayangkan masih digunakannya data lama untuk penyaluran kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam ProgramSimpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

Data yang dibuat tahun 2011 itu sama dengandata yang dipakai untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Semestinya pakai database baru. Kalau seperti ini, akan terjadi miss karena datanya 2011. Saya katakan tidak benar seperti itu. Pemerintah pusat tidak benar. Bisa disebut program asal-asalan,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, usai melakukan rapat koordinasi dengan pihak KantorPos Solo, Jumat (21/11) di gedung dewan.

Lantaran program pemerintah pusat, lanjut Honda, jika terjadi salah sasaran penerima, Pemkot tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, data penerima PSKS yang digunakan seluruhnya berasal dari pemerintah pusat. “Kalau ada salah sasaran dan ada warga miskin tidak terkaver, kami tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Politisi PDIP ini menambahkan, pihak Kantor Pos hanya bertugas sebagai institusi yang menyalurkan dana PSKS. Apakah nantinya PSKS ini akan berlanjut di 2015, pihak Kantor Pos pun juga mengaku tidak tahu. “2015 seperti belum tahu. Belum ada Juklak Juknisnya. Kalau begini kan namanya program asal-asalan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Solo, PSKS mulai bisa dicairkan hari ini, Jumat (21/11) hingga Jum’at (28/11) pekan di kantor pos cabang dan kantor Pos Besar Solo.Terdapat 29.043 rumah tangga sasaran (RTS) di Solo yang menerima PSKS.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge