0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Potensi Resiko Implementasi Dana Desa

Pembangunan talud di area persawahan Desa (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Solo —  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menyatakan, potensi resiko implementasi dana desa pada tahun 2015 mendatang ada pada aspek administrasi dan konflik sosial.

“Salah satunya pemerintah desa belum terbiasa dalam penatausahaan dana APBN secara administratif,” jelas Marwan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Deputi V Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Dr Lili Romli MSi pada Lokakarya Nasional Fasilitasi Pengelolaan Dana Desa, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo,
Jumat (21/11).

Ketidaktertiban dalam administratif, menurut Marwan, pengelolaan dana desa memberikan resiko kesempatan pada pemerintah desa yang mengarah tindakan koruptif, khususnya kepada desa sebagai penanggungjawab pengelolaan keuangan desa. Termasuk ketersediaan sumber daya manusia yang ada di desa dalam pengelolaan dana desa tersebut.

Selain juga, dapat memunculkan konflik sosial sosial antara masyarakat pemerintah desa-antar perangkat desa, dan antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah.

Oleh karena itu, kehadiran  pendamping bagi warga desa, dan pemerintah desa menjadi sangat penting, untuk meminimalisi risiko yang akan dihadapi sehingga dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas hidup warga di desa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge