0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMK Solo Ditetapkan Rp 1.222.400, Ini Tanggapan Buruh

(Ilustrasi) buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Solo —  Upah minimum kota (UMK) Solo 2015 ditetapkan sebesar Rp 1.222.400 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Meski lebih tinggi dari usulan Walikota Solo sebesar Rp 1.199.000, kalangan buruh mengaku besaran UMK belum memenuhi aspek daya beli buruh.

Ketua DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 92 Solo, Endang Setyowati mengatakan, pihaknya telah mendengar besaran UMK Solo yang ditetapkan Gubernur. Diakui, ada tambahan 3 persen dalam penetapan besaran UMK itu. Namun, penambahan 3 persen itu belum memenuhi daya beli buruh.

“Ada penambahan  3 persen. Tetapi inflasi 2015 itu kan 15 persen. Jelas ini akan membuat daya beli buruh berkurang drastis,” katanya saat dihubungi Timlo.net, Jumat (21/11).

Disampaikan, dalam perhitungan UMK, besaran UMK diperuntukkan bagi pekerja laki-laki lajang. Jika pekerja laki-laki lajang saja tidak terpenuhi daya belinya, dipastikan pekerja yang sudah berkeluarga akan semakin kesulitan.

Endang menyebut, kenaikan UMK semestinya 10-15 persen. “Seharusnya, dengan kenaikan 10 persen, UMK-nya Rp 1.379.000,” jelasnya.

Disinggung langkah SBSI 92 dengan penetapan UMK itu, Endang menyatakan, pihaknya memilih menerima terlebih dulu. Ia akan mengoptimalkan upaya negosiasi dengan pengusaha agar pengusaha memenuhi kebijakan dan hak pekerja yang memang sudah seharusnya diterima pekerja.  “Kita akan berunding dengan pengusaha agar kebijakan yang sudah diberikan tidak dikurangi,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge