0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persis Kalah 6-0, Ini Reaksi Pasoepati

Pasoepati rayakan Ultah Persis ke-91 (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Kekalahan memalukan Persis Solo atas tuan rumah Pusamania Borneo FC, enam gol tanpa balas di Samarinda kemarin, membuat fans Persis, Pasoepati bertanya-tanya. DPP Pasoepati memiliki agenda untuk bertemu dengan jajaran manajemen Persis dalam waktu dekat, terkait pertandingan di Samarinda.

Pertemuan nanti tentu Pasoepati ingin manajemen dan tim Persis Solo memberikan keterangan secara jelas apa yang sebenarnya terjadi di Stadion Segiri Kamis (20/11) sore kemarin. Tiga dari enam gol yang dijaringkan pemain Borneo ke gawang Persis tercipta hanya dalam kurun waktu empat menit.

Hal ini membuat DPP Pasoepati memiliki sebuah pertanyaan besar yakni apa yang sebenarnya terjadi. Pasalnya, sejauh ini gawang Persis kebobolan paling banyak adalah tiga gol dalam satu pertandingan yakni saat kalah 0-3 dari tuan rumah PSPS Pekanbaru. Bahkan pertemuan pertama Persis kontra Borneo di Manahan, Laskar Sambernyawa disebut tak kalah kualitas dengan Borneo FC.

“Secepatnya kami akan mengadakan pertemuan dengan seluruh elemen Pasoepati dan berkoordinasi dengan pimpinan DPP untuk menyikapi kekalahan kemarin. Kami menunggu arahan dari Wapres. Karena sebagai suporter tentu juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi,” ungkap  Sekjen Pasoepati, Anwar Sanusi, Jumat (21/11).

“Saya pribadi punya pertanyaan besar, apa yang sebenarnya terjadi kemarin sore. Saya memang tidak melihat langsung di Segiri. Namun dengan mendengarkan siaran radio dan gol begitu cepat, tampaknya ada hal yang harus dicermati dan dijelaskan. Apakah Persis kalah secara kualitas? Saya rasa tidak saat melihat pertemuan kedua tim di Manahan,” tambah Anwar.

Menanggapi statement pelatih Persis, Widyantoro yang menyebut kekalahan Persis karena disebabkan mental yang buruk, diakui Anwar tidak tahu pasti. Namun dengan melihat bentuk pengamanan selama di Samarinda, tim Persis jauh mendapatkan pelayanan yang berbeda dibandingkan saat sebelum adanya rematch yakni 25 Oktober lalu.

Menurutnya, mentalitas para punggawa Persis seharusnya tak jadi kendala dengan mendapatkan jaminan keamanan yang maksimal kemarin. “Persis hanya kalah tandang sekali saat di babak penyisihan. Ini kan membuktikan mental yang bagus. Mungkin ada faktor lain yang membuat kekalahan hingga enam kosong. Namun kekalahan kemarin harus diterima dan menjadi evaluasi untuk musim depan,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge