0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Pemkab Tak Beri Kompensasi ke Angkutan Umum

Angkot di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Meski kenaikan tarif hanya 10 persen dan tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM dan kian membebani para pengusaha angkutan, namun Pemkab Karanganyar menegaskan tidak akan memberikan kompensasi dari kenaikan harga BBM subsidi bersumber APBD Kabupaten. Semua tuntutan pengusaha hanya akan disampaikan ke pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku.

“Tidak ada subsidi dari Pemkab kepada pengusaha. Meski kita tahu pengusaha merasa sangat berat dengan kenaikan BBM ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto kepada wartawan, Jumat (21/11).

Ia menyadari, para pengusaha angkutan umum perkotaan maupun perdesaan di Karanganyar kian terbebani akibat kenaikan harga BBM subsidi. Kendati ongkos jasa angkutan naik Rp 500-Rp 1.000 per penumpang, namun diperkirakan hal itu tidak bisa menutup biaya operasional. Seperti diketahui, Angkot di Karanganyar hanya menggantungkan bisnis dari penumpang kalangan pelajar dan buruh yang ramai hanya jam-jam tertentu saja.

Sementara itu Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karanganyar Tri Haryadi mengaku kondisi angkutan umum perdesaan dan perkotaan dilematis. Di satu sisi, para pengusaha bisnis tersebut tak bisa mengambil untung banyak karena para penumpang dari kalangan siswa dan pegawai, membayar sekenanya. Namun di sisi lain, bisnis di bidang ini terbentur banyak persoalan.

“Satu-satunya cara agar angkutan umum tidak ditinggalkan dengan mengubah cara pelayanan ke arah lebih baik. Sopir memakai pakaian rapi, tutupi tatonya, dan jangan mencelakai penumpang akibat ugal-ugalan,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge