0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dede Yusuf Kritik Jokowi Naikkan Harga BBM

Dede Yusuf (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah dinilai tergesa-gesa dalam memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah sudah kehabisan ide untuk penuhi janji kampanye sehingga harus naikkan BBM.

“Pemerintah seolah mentok habis ide mencari cara memenuhi janji-janji politik, akibatnya cari jalan pintas menaikkan harga BBM. Ini jelas tergesa-gesa, pepatah Sunda mengatakan ‘ulah gagabah kudu asak jeujeuhan’ artinya dalam membuat keputusan harus dengan pertimbangan matang tidak tergesa-gesa,” kata Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/11).

Dede merasa, tergesa-gesanya Presiden Jokowi menaikkan harga BBM terlihat dari belum ada kesiapan untuk mengantisipasi gejolak sosial akibat dampak kenaikan tersebut. Termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang nyatanya belum siap penerapannya di lapangan.

“Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang digadang-gadang sebagai kompensasi kenaikan harga BBM ternyata belum siap, bahkan simpang siur sumber pendanaan serta penerapannya,” ujar Ketua Komisi IX DPR.

Selain itu, kata dia, terburu-burunya pemerintah juga terlihat dalam pemilihan waktu pengumuman yang berbarengan dengan negosiasi penetapan upah minimum buruh di berbagai wilayah Indonesia. Sehingga mempengaruhi besaran nilai komponen hidup layak (KHL) yang sedang dinegosiasikan buruh dengan pemerintah daerah serta pengusaha.

“Harga BBM yang naik sebesar Rp. 2.000 ini otomatis akan melemahkan daya beli buruh, secara otomatis pula akan menempatkan buruh yang selama ini rentan miskin menjadi golongan miskin, dengan demikian menambah jumlah masyarakat miskin,” tegas dia.

Dede menilai, pemerintahan Jokowi-JK tidak kreatif dalam mencari solusi persoalan fiskal, mestinya tanpa menaikkan harga BBM, pemerintah bisa melakukan terobosan pendapatan negara dari sektor lainnya.

“Mendapatkan dana pembangunan tidak mesti dengan menaikkan harga BBM, kalau pemerintah kreatif banyak cara, misal dengan cara menaikkan cukai rokok, nilainya hampir setara dengan efisiensi subsidi BBM, selain menyehatkan keuangan negara juga menyehatkan masyarakat,” pungkasnya. [bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge