0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Pedagang Makanan Kelabakan

Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi awal pekan ini, mengakibatkan sejumlah pedagang makanan kelabakan (Dok. Timlo.net/Setyo)

Solo – Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi awal pekan ini, mengakibatkan sejumlah pedagang makanan kelabakan. Pasalnya, kenaikan harga BBM seketika dikuti melambungnya harga kebutuhan pokok di pasaran.

Karyawan Rumah Makan Padang Sari Bundo, Aji Nur Cahyo, mengatakan pengelola terpaksa menaikkan harga makanan, mengingat beberapa kebutuhan pokok seperti beras, daging dan sayuran mulai merangkak naik sebagai dampak kenaikan BBM.

“Semua menu kami naikkan kisaran Rp 2000 hingga Rp 3000 karena kalau tidak begitu rugi. Apa-apa sudah naik saat ini,” ungkapnya, Kamis (20/11).

Dengan pemberlakuan harga baru, banyak pelanggan mengeluh, bahkan omzetnyapun turun hingga 30 persen.

“Ya sebenarnya cukup dilema, namun bagaimana lagi karena kalau tidak dinaikan tidak bisa menutup biaya operasional,” ujar Aji Nur Cahyo.

Sementara pengelola warung makan Bu Yati, Yati, mengaku guna menyiasati melonjaknya harga kebutuhan pokok, dirinya terpaksa mengurangi porsi makanan disajikan.

“Kalau dinaikkan takut para pelanggan pada kabur. Menyiasati itu, jumlah porsi sedikit saya kurangi agar tidak terlalu rugi,” pungkasnya.

 

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge