0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Elpiji di Perbatasan Menghilang

Sejumlah pengecer gas Elpiji berebut Elpiji 3 Kg di salah satu agen (dok.timlo.net/rori)

Sukoharjo – Setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, beban masyarakat di perbatasan Sukoharjo dengan Klaten tampaknya semakin sulit. Pasalnya, satu bulan terakhir ini pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram tersendat, kalaupun ada harganya cukup mahal.

Salah satu penjual gas elpiji tiga kilogram di desa Bulakan, Sukoharjo Nunung Sugiyarti mengatakan, di desanya kelangkaan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Selain sering terlambat datang, gas elpiji biasanya diterima 20 tabung, kini tinggal setengahnya saja, bahkan kadang sampai tidak dapat.

“Pelanggan saya sampai sering marah-marah karena saat mereka butuh, stoknya sering kosong. Kalau ada biasanya siang hari baru datang, itupun hanya sekitar sepuluh tabung saja, kadang sampai tidak dapat jatah,” ungkap Nunung, Kamis (20/11).

Dijelaskan, dengan kondisi kenaikan harga BBM saat ini, ia khawatir makin mempersulit penjualan gas elpiji

Sementara itu, salah satu pekerja di kantor pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Teguh, mengaku sudah dua hingga tiga hari ini kesulitan mencari gas elpiji ukuran tiga kilogram. Jika adapun harganya sudah mencapai Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu pertabung. Kondisi ini sangat dikeluhkan masyarakat, mengingat harga kebutuhan sehari-hari mulai naik.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge