0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Agen Elpiji Resah

Gas elpiji 3 Kg (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Sukoharjo – Sejumlah pedagang bahan bakar gas di Sukoharjo mengaku resah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari Rp 6500 menjadi Rp 8500. Mereka kebingungan antara menaikan harga jual gas elpiji atau tidak, pasalnya jika tak dinaikan biaya angkut juga mengalami kenaikan.

Salah satu pemilik agen elpiji di Sukoharjo kota, Hartanto mengatakan, dirinya beserta pemilik agen lainya masih ragu untuk menaikan harga jual elpiji. Hal ini karena jika dirinya sendiri menaikan harga jual elpiji, dikhawatirkan pelanggan lari ke tempat lain. Sedangkan jika tidak dinaikkan, beban biaya angkut sudah membengkak sejak harga BBM naik.

“Sekarang ini saya masih bingung menerapkan harga gas, selain gas belum datang, sampai saat ini juga belum ada kesepakatan dengan teman-teman agen lain apakah akan menaikkan harga atau tidak. Padahal kalau tidak dinaikkan, biaya operasional juga membengkak cukup  banyak,” keluhnya, Kamis (20/11).

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukoharjo, Bambang Sri Setyono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima kabar adanya kenaikan harga gas elpiji. Dijelaskan, saat ini harga gas dari pangkalan menurut SK Gubernur Jawa Tengah Rp 14 ribu pertabung, sedangkan dari agen ke pangkalan Rp 12.750 pertabung.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge