0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Datangi JK, Dubes Palestina Minta Dukungan Kemerdekaan

Pemuda Palestina saat bentrokan di kompleks masjid Al Aqsa. ©Reuters (merdeka.com)

Timlo.net – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi mendatangi Kantor Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11). Kedatangannya merupakan bagian dari upaya Palestina mencari dukungan mencapai kemerdekaan dan terbebas dari agresi serta pencaplokan wilayah oleh Israel.

“Kami bahas dalam pertemuan dengan JK ada beberapa hal. Ya tentu hubungan bilateral dua negara, tetapi ada beberapa poin utama yang dibahas, di antaranya bagaimana Indonesia bisa mendukung perjuangan Palestina di tengah konflik kami ini,” kata Fariz, Kamis (20/11).

Ia mengatakan, Jokowi telah berjanji mendukung perjuangan Palestina merdeka sebelum terpilih menjadi presiden. Menurutnya, Indonesia dapat memberikan dukungannya melalui PBB. Fariz melihat, Indonesia selalu membantu dan memberikan dukungannya kepada Palestina untuk mencapai perdamaian, juga sering menggelar pertemuan membahas berbagai dukungan di sektor lain terkait Palestina seperti perekonomian, pendidikan dan pariwisata.

Hubungan diplomatik antara Palestina dengan Indonesia juga sudah terjalin, meski belum ada kantor perwakilan Indonesia di Palestina. Masalah pembukaan kantor perwakilan di Palestina dinilai hanya soal kepraktisan.

Konflik antara Palestina dengan Israel, menurut Fariz, merupakan masalah politik, bukan agama. Namun, siasat Israel telah menargetkan tempat suci dalam beberapa waktu terakhir ini menyebabkan masalah konflik bergeser menjadi isu agama.

“Mereka menargetkan tempat-tempat suci. Mereka ingin mengubah isu dari yang benar-benar isu politik menjadi isu agama. Jadi ini benar-benar mengubah isu,” jelasnya.

Fariz pun menegaskan, Palestina tetap bertahan dan berjuang, baik secara diplomatik dan politik memperjuangkan kepentingan Palestina dan warganya. Tindakan Israel mencaplok tanah di Palestina sudah berkali-kali dilakukan, meski kecaman atas aksi itu terus dilakukan.

“Ini bukan kali pertama terjadi dan bukan hanya terjadi saat ini. Mereka membongkar bangunan, membangun rumah. Ini sungguh tidak bisa diterima, berdasarkan hukum internasional,” kata Fariz. [ren]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge