0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengusaha dan Buruh Siap Bahas Penyesuaian UMK

Ilustrasi Uang (dok.timlo.net/red)

Wonogiri – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wonogiri menyatakan pascapenerbitan surat edaran (SE) terkait penyesuaian upah dari pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, pengusaha siap melakukan pertemuan dengan kalangan buruh. Hal ini dilakukan guna membahas penyesuaian upah akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dikatakan pengurus Apindo setempat, Eko Purwanto, nominal upah minimum Kabupaten (UMK) Wonogiri diusulkan kepada gubernur senilai Rp 1,09 juta sudah sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

“Pemprov lebih bijaksana, apalagi usulan UMK Wonogiri naik 14 persen dibanding tahun lalu. Mungkin usulan UMK yang kenaikannya di bawah sepuluh persen ada penyesuaian upah,” katanya, saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (20/11).

Ditambahkan, nominal survei KHL tertinggi hingga Desember 2014 senilai Rp 1.000.093, sementara rata-rata KHL senilai Rp 1.000.069, lalu nominal survei KHL hingga Agustus 2014 senilai Rp1.089.000. Sedang usulan UMK 2015 sudah sesuai seratus persen hasil survei KHL.

Dihubungi terpisah, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri, Jayadi, mengatakan pihaknya meminta ada penyesuaian upah nominal UMK Wonogiri 2015 akibat kenaikan harga BBM. Pasalnya, kenaikan itu telah memicu naiknya harga kebutuhan pokok di pasar.

Dia juga mengatakan, hasil survei dilakukan antara Januari hingga Agustus tak bisa menjadi patokan nominal UMK Wonogiri. Hal itulah membuat pihaknya siap melakukan pertemuan kembali. Disamping itu, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional ikut merangkak naik akibat kenaikan BBM.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge