0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pupuk Bersubsidi Menghilang di Wonogiri

Petani tengah memupuk tanaman padi di sawah (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri – Menjelang musim tanam pertama (MT-I), keberadaan pupuk bersubsidi, khususnya jenis Urea dan Phonska mulai menghilang, seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri.  Padahal petani sangat memerlukan pupuk tersebut. Pada sisi lain stok pupuk bersubsidi di gudang distributor dapat dikatakan mencukupi.

Sejumlah petani di wilayah Wuryantoro yang dijumpai, Kamis (20/11) mengatakan, kesusahan yang dihadapi semenjak datangnya MT-I ini. Dimana saat ini tanaman pertanian khususnya jenis palawija baru saja ditanam sangat membutuhkan pupuk itu, namun kenyataan jusrtu berbalik, kedua jenis pupuk itu menghilang dari pasaran.

“Saya itu sudah mencari ke beberapa pengecer, mencari Urea, tapi tidak ada,“ kata Kalim, warga Cengkal, Desa Mlopoharjo, Kecamatan Wuryantoro.

Disebutkan, pupuk bersubsidi jenis Urea, mulai langka sejak sekitar empat hari belakangan ini dan selanjutnya diikuti pupuk jenis Phonska juga langka. Dia pun terpaksa hanya mengandalkan pupuk organik hasil racikan dia sendiri.

“Memang hasil tidak sebagus pupuk kimiawi,soalnya organik itu butuh waktu lama,” jelasnya.

Ditambahkan Jiyono, kelangkaan pupuk sebenarnya merupakan permasalahan lama dan hampir dapat dipastikan selalu terjadi setiap tahunnya. Tapi dia heran, selama ini pula belum ada solusinya. Secara bersamaan di saat pupuk itu dibutuhkan keberadaannya pun langka.

“Seperti sekarang ini, saat dibutuhkan, pupuk malah menghilang. Kalau begini terus, petani yang menjadi korban. Saya ingin pihak dinas terkait segara menindaklanjuti persoalan ini. Kalau keadaan ini berlarut-larut hidup kami semakin menderita,” harapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge