0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasca Bentrok TNI-Polri, Semua Senjata Penyerang Sudah Dilucuti

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Semua senjata anggota Yonif 134 Tuah Sakti yang dipakai untuk menyerang markas Brimob di Batam sudah ditarik. Saat ini, pengamanan Yonif 134 Tuah Sakti Batam dilakukan oleh POM dari satuan lain.

“Semalam, semua sudah dikumpulkan. Ada tiga senjata yang belum dikembalikan ke markas, namun pagi tadi semua sudah lengkap. Kami tegaskan jika tidak dikembalikan dianggap pencurian senjata,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (20/11).

Ia menegaskan, senjata yang dibekalkan kepada anggota TNI sesungguhnya bukan untuk menembak petugas lain, namun untuk mempertahankan negara dari serangan musuh.

“Kalian (TNI AD) dilengkapi dengan senjata untuk musuh negara. Bukan siapa-siapa. Yang melanggar pasti akan kena sanksi hukum hingga pemecatan,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota TNI AD Yonif 134/Tuah Sakti dan Brimob Polda Kepri terlibat pertikaian. Penyebabnya sepele, hanya berawal dari saling pandang antar dua anggota dari masing-masing kesatuan.

Setelah kejadian tersebut, sekitar 30 anggota TNI AD Yonif 134/Tuah Sakti mendatangi Brimob Polda Kepri yang terletak tidak berjauhan untuk mengklarifikasi kejadian sebenarnya. Namun belum tahu sebabnya, terjadi pelemparan dan pecah kaca.

Sore hari hingga malam terjadi penembakan pada kawasan Markas Brimob Polda Kepri. Saat kejadian, Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo, beserta sejumlah staf dan empat jurnalis terjebak di dalam hingga akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.30 WIB. [did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge