0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diterjang Banjir, Jembatan Bugel Ambrol

Jembatan Bugel, Sragen yang ambrol (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Lantaran diterjang banjir, jembatan yang menghubungkan Dukuh Bugel dan Dukuh Ngampunan, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen ambrol. Akibatnya akses antara kedua dukuh tersebut terhenti.

Informasi di lapangan menyebutkan, ambrolnya jembatan itu akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Sragen pada Rabu (19/11), membuat sungai Dukuh Bugel RT 28, Desa Kebonromo meluap menerjang jembatan hingga ambrol.

Salah satu warga setempat, Tugino (64) mengungkapkan, jembatan tersebut ambrol saat dihantam air hujan yang sangat deras. Sebelumnya memang kondisi pondasi jembatan sudah terkikis. Diduga karena tidak kuat menahan beban dan
arus air yang cukup deras menyebabkan jembatan ambrol.

“Jembatan yang ambrol akhirnya ditutup karena tidak bisa dilewati,” ujar Tugino.

Warga lainnya, Harsono (50) menambahkan, jembatan tersebut merupakan akses warga Ngampunan ke Nrampal dan Kantor Desa Kebonromo. “Dengan rusaknya jembatan itu, warga harus memutar lewat Dukuh Bebersari sekitar 3 km menuju Desa Kebonromo,” kata Harsono.

Kepala Desa Kebonromo, Sukidiyanto, ketika dihubungi Timlo.net membenarkan ambrolnya jembatan tersebut. Pihaknya sendiri telah membuat laporan ke Kecamatan Ngrampal untuk koordinasi penanganannya. Namun demikian, kata Sukidiyanto, akses penghubung antara Dukuh Bugel dan Dukuh Ngampunan tidak sepenuhnya terputus. Sebab warga masih bisa melalui jalan pintas di RT 21, 22 dan RT 27.

“Tidak sepenuhnya terputus, warga masih bisa melalui jembatan lain di RT 21, 22 dan 27. Memang harus memutar, tapi itu tidak masalah,” ujarnya, Kamis (20/11).

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Hutomo Ramelan telah mengecek langsung kondisi jembatan yang rusak tersebut. Hanya saja, untuk dilakukan perbaikan masih berkoordinasi dengan pihak desa maupun Kesbangpolinmas.

“Bila kerusakan karena bencana alam, menjadi kewenangan Kesbangpolinmas. Bila jembatan tersebut milik desa, dalam perbaikannnya harus mengajukan permohonan ke bupati untuk segera diambil tindakan,” terang Hutomo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge