0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bayi Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan

Ferdinanda bersama ibunya (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Bayi yang terlahir tanpa anus, Ferdinanda, terpaksa dirawat di yayasan Sayangi Bali. Orang tua bayi berumur 9 bulan ini tak kuat menanggung biaya pengobatan anaknya.

“Lahirnya normal, hanya saja sejak baru dilahirkan memang tidak ada anusnya,” ujar ibu Ferdinanda yang enggan namanya disebutkan, Kamis (20/11).

Katanya, anaknya terlahir di kampungnya NTT Flores. Saat diketahui anaknya tanpa anus, dilakukan pemeriksaan dan dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali.

“Saya hanya punya uang untuk perjalanan saja. Ada sisa dikit, itu juga untuk makan dan pulang nanti. Kalau saya nginap di rumah sakit, duit darimana. Saya titip tidur dulu di sini (Yayasan Sayangi Bali-red), nanti kalau sudah ada tunjuk operasi anak saya, baru tinggal,” jelasnya.

Ia bersyukur anaknya jarang rewel. Saat anaknya berumur 7 bulan sudah dapat penanganan dari rumah sakit di NTT.

Itu sebelum dilakukan pembukaan kolostomi pada bagian perut kiri, sejak itu fesesnya keluar melalui vagina.

Kolostomi yang baru dibuka dinyatakan melorot oleh tim medis yang menangani di rumah sakit setempat sehingga Ferdinanda dirujuk ke RSUD Wangaya Denpasar dan diteruskan lagi ke RSUP Sanglah, Denpasar. Sementara itu, pihak RSUP Sanglah belum bisa langsung membuatkan lubang anus.

Pasalnya, feses yang ada di ususnya masih banyak sehingga dibuatkan kolostomi baru di perut bagian kanan dan kolostomi yang ada di kiri ditutup.

Suaminya yang berprofesi sebagai sopir kini masih berada di kampung halamannya guna mencari penghasilan untuk kebutuhan hidup.

“Mungkin nanti kalau sudah ada waktu dan biaya suami saya akan ke sini untuk menjenguk dan melihat perkembangan anak kami,” ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi, Ketua Yayasan Sanyangi Bali Dewa Putu Wirata, menuturkan kalau bayi malang ini dan ibunya tinggal di Yayasan sejak, Selasa sore (18/11) setelah menjalani perawatan sekitar satu minggu di RSUP Sanglah.

“Mereka kami bawa ke yayasan. Ini demi kemanusiaan, karena sudah tidak ada biaya lagi untuk menginap dan jadwal operasinya belum tiba jadi sementara di yayasan dulu,” terangnya. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge