0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Susi Tindak Tegas Tindakan IUU Fishing

Susi Pudjiastuti (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kapal nelayan yang melakukan kegiatan IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing akan ditindak tegas. Jika melakukan kegiatan itu, ijin operasi kapal langsung dicabut.

Selain itu juga dikeluarkan moratorium izin penangkapan ikan baru yang diharapkan dapat memberi kesempatan kepada anak-anak ikan dan juvenil untuk tumbuh dan berkembang biak. Selama ini ikan tuna menjadi sasaran utama perburuan nelayan.

“Cepat atau lambat aturan itu harus dilakukan. Ini untuk mengamankan keberadaan tuna kita. Harus punya komitmen stakeholder, soal rencana aksi tersebut,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat membuka Bali Tuna Conference di Kuta, Bali, Kamis (19/11).

Dia melanjutkan, saat ini berdasarkan data FAO melalui State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA) 2014, sekitar 6,8 juta metrik ton berbagai jenis tuna ditangkap di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sekitar 4,5 juta ton berasal dari produksi utama tuna seperti albacore, bigeye, bluefin, skipjack dan yellowfin.

“Pada tahun sama, secara global Indonesia berhasil memasok lebih dari 16 persen total produksi tuna. Permintaan pasar dan harga yang tinggi membuat produksi tuna kian menjadi primadona di tingkat global,” terang Susi.

Kendati begitu, tantangan yang dihadapi ke depan adalah eksploitasi terhadap ikan tuna akan berdampak buruk bagi kelangsungan sumberdaya dan habitat ikan itu.

Hal itu akan berdampak pada menurunnya produktivitas, ukuran tuna yang dihasilkan cenderung mengecil dan daerah tangkapan ikan yang semakin jauh ke laut lepas.

“Imbasnya tentu akan mengancam keberlangsungan mata pencarian nelayan dan juga bisnis tuna. Maka diperlukan sustainable fisheries development agar habitat tuna tidak rusak,” imbuh Susi.

Data produksi tuna lima tahun terakhir menempatkan Indonesia sebagai habitat tuna terbesar di dunia. Tercatat rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol yang dihasilkan mencapai lebih dari 1,1 juta ton per tahun dengan nilai perdagangan yang disumbangkan sekitar Rp 40 triliun. [mtf]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge