0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Masih Cari Penembak Anggota TNI di Batam

Pasukan Brimob (ilustrasi) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi masih menyelidiki kasus insiden penyerangan terhadap markas Brimob di Batam, Rabu (19/11) kemarin. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengaku akan menindak tegas anggotanya yang menembak anggota TNI dari Yonif 134/TS Yonif Batam.

“Kejadian sebenarnya kita masih terus selidiki. Karena seperti ini harus benar-benar valid dan disampaikan kepada masyarakat dengan benar. Berita yang diperoleh dari media apa saja, masih tunggu informasi dari narsum. Dari Kapolres, Kapolda dan Kasat Brimob saat ini,” kata Ronny di Humas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/11).

Ronny memastikan akan menindak tegas jika ada anggotanya yang terlibat dalam insiden itu.

“Jelas ada tindakan tegas. Kalau ada yang lakukan penyimpangan, ada 3 kategori. Bisa pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, dan pelanggaran bersifat pidana. Penanganannya berbeda. Kalau pidana ditanganin reserse, kalau disiplin dan kode etik oleh propam,” kata dia.

Sebelumnya, bentrok kembali terjadi antara TNI dan Polri di Batam. Bentrok terjadi antara anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Batam Vs Brimob Polda Kepri di Tembesi, Batam pada Rabu malam.

Humas Korem TNI AD 033 Wira Pratama Mayor Infantri Jhony Tambunan menyebut satu regu anggota TNI AD yang melakukan penembakan ke markas Brimob saat ini sudah ditarik ke barak.

Dalam insiden itu, Seorang anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Kota Batam, yang tewas setelah menyerang markas Brimob Polda Kepri di Tembesi bersama regunya diketahui bernama JK Marpaung (33) asal Medan, Sumatera Utara.

“Atas nama JK Marpaung, umur 33 tahun. Malam tadi dibawa teman-temannya ke rumah sakit,” kata Kasubag Humas RS Embung Fatimah, Batam, Adi Maja. [eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge