0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gemar Minum Kopi Atau Penyalahgunaan Kafein?

Kopi. (Dok: Timlo.net/ Flickr.)

Timlo.net—Apakah Anda merasa seperti seorang pencandu yang tidak memperoleh obat terlarang saat Anda tidak meminum kopi favorit Anda? Bila inilah yang Anda rasakan saat tidak bisa meminum kopi, bisa jadi Anda mengalami caffeine use disorder (CUD) atau gangguan penggunaan kafein.

CUD adalah gangguan yang diakui oleh WHO (World Health Organization) dan berkat Laura Juliano, Ph.D., seorang profesor psikologi di American University, dan rekan-rekannya, maka gangguan ini memperoleh perhatian masyarakat. Juliano menerbitkan sebuah penelitian di Journal of Caffeine Research yang menjelaskan secara detil mengenai gejala dan penyebab CUD.

Gejala CUD

Gejala CUD meliputi keinginan kuat mengkonsumsi kafein, peningkatan toleransi terhadap asupan kafein dan kesulitan mengontrol jumlah kafein yang dikonsumsi. Gangguan ini juga ditandai dengan withdrawal symptom saat seseorang mencoba mengurangi konsumsi kafein. Withdrawal symptom ditunjukkan dengan gejala seperti kelelahan, kesulitan berkonsentrasi dan sakit kepala.

Kenapa CUD baru diakui dan dikenali saat ini? Menurut Juliano, masyarakat tidak memperhatikan gejala negatif dari kafein karena zat ini diterima secara sosial. Dengan kata lain, orang berpikir bahwa meminum kopi sesuatu yang berkelas. Tapi mereka tidak menyadari betapa merusaknya kopi bila konsumsi kafein tidak terkontrol.

Perhatikan asupan kafein

Orang rata-rata mengkonsumsi 200 mg kafein setiap hari. Juliano berkata bahwa sangat penting bagi kita untuk tidak mengkonsumsi kafein lebih dari 400 mg per hari, yang setara dengan dua hingga tiga gelas kopi masing-masing berukuran 230 ml.

Wanita hamil seharusnya tidak meminum kafein lebih dari 200 mg setiap hari. Dan jika Anda mengalami kegelisahan, insomnia, tekanan darah tinggi, masalah jantung dan inkontinensia urin, Anda harus mulai membatasi asupan kafein.

Apakah Anda menderita CUD?

Dr. John R. Hughes seorang profesor psikologi dan psikiater di University of Vermont yang ikut terlibat dalam penelitian ini berkata cara paling mudah untuk mengetahui bila Anda menderita CUD adalah berhenti mengkonsumsi kafein dan melihat jika Anda mengalami gejala-gejala withdrawal. Bila setelah mengurangi konsumsi kafein, Anda mengalami gejala-gejala withdrawal seperti yang dikemukakan di atas, maka Anda perlu belajar mengontrol kecanduan Anda. Minum kafein dalam dosis sedang memang tidak berbahaya, tapi bila berlebihan bisa membahayakan kesehatan.

Hughes berkata bahwa untuk saat ini belum ada perawatan untuk CUD tapi mereka yang mengalami gejala CUD bisa meminta pertolongan terapis atau membaca buku-buku soal kecanduan. Untuk mengatasi CUD, Anda bisa secara perlahan-lahan mengurangi konsumsi kafein. Misalnya beralihlah ke kopi tanpa kafein atau campur kopi dengan susu dan krim. Anda juga bisa mengganti cangkir yang besar dengan yang kecil. Langkah-langkah kecil ini bisa membantu mengkontrol asupan kafein dan menolong tubuh merasakan manfaat kafein.

Sumber: She Knows.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge