0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarif Naik 10%, Pengusaha Angkutan Masih Nombok

Angkutan kota (Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian)

Karanganyar – Kesepakatan penyesuaian tarif sementara antara Organisasi Angkutan Darat (Organda), pemilik angkutan dan instansi terkait, rupanya belum bisa memuaskan semua pihak. Kendati tarif sudah dinaikkan sepuluh persen, namun pengusaha angkutan umum masih nombok.

Pengurus Koperasi Angkutan Karanganyar Jaya, Suparmo, mengaku dengan kenaikan sebesar sepuluh persen, pihaknya mengkhawatirkan kelangsungan usaha angkutan. Pasalnya, kenaikan itu tidak sebanding dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta pada saatnya nanti harga-harga onderdil juga dipastikan naik.

“Kenaikan itu terlalu kecil, tidak cucuk dengan kenaikan harga BBM, kalau begini terus bisa bangkrut usaha angkutan ini,” katanya.

Namun demikian, Suparmo tetap menyediakan jasa angkutan bagi masyarakat seperti biasa. Meski begitu, dirinya tak menampik ketiadaan subsidi cukup memberatkan, sehingga tak dapat menutup biaya setoran.

“Kalau sementara ini tarif naik Rp 500 untuk umum, kalau pelajar tidak ditentukan, tbergantung mereka punya berapa yang pasti tetap dilayani. Ini masih sementara dan kami tidak akan mogok,” jelas Suparmo.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan pihak dinas segera melakukan penyesuaian tarif angkutan. Ia mencontohkan, angkutan jalur A dari Palur hingga Bejan awalnya Rp 3500 menjadi Rp 4000. Sementara, tarif bagi anak sekolah dan karyawan diberlakukan dispensasi khusus.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge