0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Elpiji 3 Kg di Sragen Tembus Rp 20 Ribu

Salah satu pengecer elpiji di Kelurahan Sragen Tengah (Dok. Timlo.net/Agung)

Sragen – Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di sejumlah wilayah di Sragen mulai ikut naik. Bahkan di tingkat pengecer, harga gas elpiji ukuran itu mencapai Rp 20 ribu pertabung. Ini tentunya jauh melebihi harga eceran tetap sebesar Rp 13.500 pertabung.

Kenaikan harga elpiji terjadi di wilayah Sragen Utara seperti Kecamatan Tangen, Gesi, Mondokan dan Jenar. Sementara di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Sragen kota dan Sidoharjo, harga elpiji tiga kilogram masih di angka Rp 18 ribu pertabung.

“Stoknya masih ada, namun harganya naik jadi Rp 20 ribu. Ini terjadi merata di wilayah Sragen Utara,” ujar salah satu warga Tangen, Sri Wahono kepada wartawan, Rabu (19/11).

Hal sama dikatakan warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sri Rahayu, harga elipiji ukuran tiga kilogram di desanya terus naik beberapa hari terakhir. Puncaknya, harga jual elpiji di tingkat pengecer mencapai Rp 20 ribu pertabung.

“Mungkin karena desa kami berada di perbatasan Sragen jadi harganya mahal,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen, Nonok Sujiyono, mengaku telah mendengar kabar adanya kenaikan harga elpiji di sejumlah pengecer di wilayah Sragen Utara. Menyiasati hal itu, pihaknya berencana memperketat pengawasan di tingkat agen.

“Jika terbukti, maka izin operasional yang bersangkutan akan kami cabut,” tegas Nonok Sujiyono.

Dia menambahkan, meski terjadi kenaikan harga BBM, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat kabar resmi terkait adanya kenaikan harga elpiji. Karena itu, dirinya memberikan imbauan agar para pemilik pangkalan, agen dan pengecer tidak menaikan harga di luar batas kewajaran.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge