0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demokrat Curiga Jokowi Naikkan BBM Pesanan SPBU Asing

Salah satu pelayanan SPBU (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Herman Khaeron curiga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pesanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing. Hal ini dilakukan agar harga BBM lokal dengan asing bisa kompetitif, jika subsidi BBM dikurangi pemerintah.

Herman merasa heran dengan penarikan subsidi BBM dilakukan Presiden Jokowi. Sebab, harga minyak dunia sedang turun di bawah asumsi batas subsidi, yakni USD 105 perbarel. Minyak dunia saat ini di bawah USD 80 perbarel.

“Kemudian kita masih ingat bahwa baru saja rakyat juga dibebani oleh kenaikan harga gas dan tarif dasar listrik yang dalam teori ekonomi pasti berefek domino, berpengaruh terhadap sendi-sendi perekonomian lainnya,” kata Herman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/11).

Herman yakin, kenaikan BBM ini semakin menyengsarakan rakyat. Wakil Ketua Komisi IV DPR bidang pangan dan pertanian ini menyatakan, biaya hidup rakyat semakin meningkat dengan adanya kenaikan BBM.

Dia pun mempertanyakan, apa sebetulnya kompensasi diberikan pemerintah atas kenaikan BBM ini. Dia menyayangkan jika Jokowi tak memberi kompensasi terhadap rakyat miskin.

“Semestinya untuk menaikkan harga BBM, disertai langkah-langkah pasti antisipasi berbagai kemungkinan yang diakibatkannya, termasuk program perlindungan dan kompensasi untuk rakyat miskin dan kurang mampu. Jangan sampai kenaikan BBM ini juga adalah pesanan SPBU asing dan pesanan negara-negara kapitalis agar usaha mereka di Indonesia lebih kompetitif, tetapi pada saat yang sama kebijakan ini membebani rakyat,” pungkasnya. [cob]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge