0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serapan RKA Penanggulangan Kemiskinan di Solo Rendah

Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Solo, Putut Gunawan (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Serapan rencana kegiatan dan anggaran (RKA) strategi penanggulangan kemiskinan di Solo terbilang rendah. Hal ini karena adanya perbedaan indikator kemiskinan antara pusat dan daerah.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Kemiskinan DPRD Solo, Putut Gunawan mengatakan, tidak sinkronnya indikator kemiskinan antara pusat dan daerah ini membuat program penanggulangan kemiskinan tidak optmal.

“Wilayah Indonesia paling banyak adalah pedesaan dan pesisir, maka salah satu indikator kemiskinan nasional adalah rumah yang lantainya masih tanah. Padahal di Solo kan tidak ada yang lantainya tanah. Akhirnya Solo kan tidak mendapat bantuan,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/11).

Menurut Putut, perbedaan indikator kemiskinan antara pusat dan daerah ini harus segera disinkronkan. Indikator kemiskinan nasional bersifat general disesuaikan dengan indikator daerah. Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan dari pusat bisa tepat sasaran.

“Sebagai contoh, jika Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan membuat sumur dalam untuk warga miskin, semestinya mengacu pada data kemiskinan wilayah setempat. Sumur dalam itu nanti bisa meng-cover berapa KK (kepala keluarga). Sinkronisasi program dengan data kemiskinan ini penting untuk menanggulangi kemiskinan,” tutur dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge