0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GTT dan TTT Wonogiri Sepakat Mogok Kerja

Tri Asmoro, Wakil Ketua Forum GTT/TTT Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Tenaga Tidak Tetap (TTT) mendatangai Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (19/11). Mereka menuntut Bupati Wonogiri memperhatikan nasibnya. Mereka pun mengancam akan mogok kerja terhitung mulai hari ini hingga satu minggu ke depan.

Masa Forum GTT/TTT tersebut diterima langsung Bupati Danar Rahmanto, Sekda Suharno dam perwakilan dari Dinas Pendidikan Wonogiri, Sri Mulyati dan Suwanto.

Dalam orasinya, mereka menyebut akibat hearing beberapa waktu lalu menambah kesengsaraannya. Mereka berharap Bupati memperhatikan 10 poin hasil hearing dengan DPRD Wonogiri, di antaranya legalitas GTT/TTT, upah yang layak dan juga terkait tunjangan kesejahteraan bagi GTT/TTT. Mereka juga melontarkan tiga tuntutan dan meminta kebijakan Bupati untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami minta kuota 30 persen tiap tahun pengangkatan bagi usia kritis yang tidak dapat mendaftar CPNS untuk diprioritaskan diterima menjadi PPPK (ASN) berdasarkan kompetensi, kualifikasi dan pengalaman. Kami minta insentif atau honor jam mengajar kepada GTT dan tunjuangan TTT melalui APBD Kabupaten, dan meminta SK guru tetap dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan diketahui Kadisdik asli bukan legalisir,” papar Tri Asmoro, Wakil Ketua Forum GTT/TTT Wonogiri saat dijumpai wartawan usai dialog dengan Bupati.

Bahkan mereka mengklaim selama ini GTT/TTT non KI dan KE belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Menurut mereka, ini sangat bertentangan dengan Pasal 27 Ayat 2 UUD 45 yang intinya tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian.

Namun dalam dialog yang digelar selama dua jam dengan Bupati tersebut, massa Forum GTT/TTT tidak puas dengan jawaban yang diberikan Bupati maupun Setda dan pihak Disdik.

“Terus terang kami merasa kecewa dengan keputusan bupati. Padahal kami berharap dengan dialog ini disinggung soal peningkatan insentif,” ungkap Tri Asmoro.

Seperti diketahui, selama ini para GTT/TTT setiap bulannya hanya mendapat honor berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Dikatakan, selepas pertemuan ini mereka pun sepakat untuk melakukan mogok kerja terhitung mulai hari ini hingga satu minggu ke depan.

“Kami akan mogok kerja selama seminggu. Kemudian kita sambil menunggu koordinasi dengan forum se-Soloraya untuk pergi ke Jakarta bersama-sama memperjuangkan nasib kami,”katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto mengatakan, pihaknya berjanji akan ikut memperjuangkan nasib mereka dan sifatnya sementara pihaknya hanya menampung aspirasi para GTT/TTT.

“Sebenarnya kita tidak punya kewenangan soal itu,jadi semuanya akan kita serahkan kepada yang berwenang dalam hal ini Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB),” jelasnya.

Pihaknya selaku bupati akan ikut memperjuangkan nasib mereka, mengingat peran serta mereka sangat dibutuhkan di dunia pendidikan. Namun, tentunya dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge