0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dampak Kenaikan BBM

Organda Usulkan Kenaikan Tarif Angkutan 32 %

Pengurus Organda Solo dan para sopir angkuta mengadu ke Gedung DPRD Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Solo mengaku keberatan dengan imbauan Kementerian Perhubungan agar kenaikan tarif angkutan maksimal 10 persen. Menurut Organda, kenaikan tarif 10 persen masih jauh dibanding kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“10 persen masih jauh, karena kenaikan solar 36 persen lebih, bensin naik 30 persen. Kenaikan (tarif angkutan) 10 persen masih sangat jauh,“ kata Ketua Organda Solo, Joko Suprapto, saat ditemui usai audiensi di DPRD Solo, Rabu (19/11) di gedung dewan.

Joko meminta pemerintah tidak hanya melihat prosentase kenaikan tetapi juga mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM lainnya seperti kenaikan harga sparepart dan harga kebutuhan pokok.

Disinggung berapa kenaikan tarif yang ideal, Joko menyampaikan, Organda pusat mengusulkan kenaikan tarif angkutan sebesar 32 persen. “Pengajuannya 32 persen, entah nanti disetujui 20 persen atau 25 persen,” ujarnya.

Saat ini, tambah Joko, tarif angkutan di Solo belum mengacu pada ketentuan baku lantaran belum adanya ketentuan besaran kenaikan tarif.  “Saat ini tarif belum ada ketentuan baku, masih liar,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge