0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Naik, Pemkab Karanganyar Ajukan Revisi UMK

Bupati Karanganyar Juliyatmono ()
Karanganyar – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus meluas. Pemkab Karanganyar mengajukan perubahan usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2015 ke Gubernur Jawa Tengah, dari semula Rp 1.197.500 ke nominal yang lebih tinggi.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan revisi UMK Karanganyar 2015disampaikannya langsung  ke Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (17/11) siang Terkait usulan UMK yang direvisi, Juliyatmono meyakini besarannya di batas ideal penentuan upah yang diamini oleh serikat pekerja maupun asosiasi pengusaha di Karanganyar.

“Dengan berbagai pertimbangan dan dampak kenaikan harga BBM, maka kami mengusulkan revisi UMK 2015 ke gubernur. Saya tidak mau bicara besarannya dulu, tapi pastinya ada kenaikan,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada wartawan, Rabu (19/11).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar Sumarno mengatakan, usulan revisi UMK 2015 disampaikan pula oleh 15 bupati/walikota di Jawa Tengah. Dalam kesempatan di Semarang tersebut, gubernur langsung menggelar rapat khusus bersama kepala daerah tingkat II dan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Tengah.

“Pertimbangannya cuma satu, yaitu kenaikan harga BBM. Semula diusulkan Rp 1.197.500. Revisi itu semoga disetujui untuk ditetapkan pada 20 November nanti,” jelasnya.

Dikatakan Sumarno, revisi UMK bertujuan mengantisipasi aksi unjuk rasa buruh berkaitan kenaikan harga BBM subsidi. Pihaknya berharap angka terakhir usulan UMK 2015 tidak lagi disoalkan asosiasi pengusaha maupun serikat buruh Karanganyar.


Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge