0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolri: Bukan Tes Keperawanan, Yang Ada Tes Kesehatan

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pelaksanaan tes keperawanan (disebut tes kesehatan-red) saat mendaftar polisi menuai sejumlah kritik. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menyebut kalau itu bukan tes keperawanan.

“Bukan tes keperawanan, yang ada tes kesehatan,” kata Sutarman usai menghadiri pelantikan perwira Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Pendidikan Reguler Ke-43 dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2014 di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/11).

Sutarman malah mempertanyakan informasi itu. Sebab, menurut dia media asing salah memberitakan hal tersebut.

“Yang bilang tes keperawanan kan kalian-kalian,” katanya.

Sebelumnya kewajiban tes keperawanan untuk menjadi polisi wanita (polwan) di Indonesia mendapat perhatian dunia. Surat kabar Daily Mail Inggris hari ini, Selasa (18/11) mengulasnya dan menyebut tes itu sangat menyakitkan dan membuat trauma bagi kaum hawa.

Menurut laporan organisasi hak asasi Human Rights Watch (HRW), perempuan di Tanah Air ingin menjadi petugas kepolisian dipaksa mengikuti tes keperawanan. Tahun ini peserta ujian masuk mencapai 7.000 perempuan dari seluruh provinsi.

Beberapa persyaratan itu misalnya harus berusia antara 17-22 tahun, beragama, tinggi sekitar 165 sentimeter, tidak berkacamata, dan, punya selaput dara yang belum tersentuh.

“Untuk tambahan dalam tes kesehatan dan mental, perempuan yang ingin menjadi polisi harus tes selaput dara. Jadi seluruh calon polwan harus bisa mempertahankan keperawanan mereka,” demikian tertulis di situs kepolisian Republik Indonesia. [ian]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge